Pages - Menu

Minggu, Desember 20, 2009

Sistem Perladangan Suku Dayak

sistim peladangan suku dayakSitem Perladangan Suku Dayak secara garis besar menganut sistem perladangan (berpindah) sebagai budaya yang merata di kalangan suku Dayak sebagai penduduk asli Kalimantan. Walaupun budaya ini tidak dapat dikatakan khas Suku Dayak, namun ada segi-segi khas dapat dikategorikan sebagai kebudayaan Suku Dayak. Hal ini nampak dalam ketentuan-ketentuan adat dalam berladang di kalangan suku Dayak di Kalimantan :

1. Permintaan Ijin dari kepala suku / kepala adat;
2. Pencarian hutan dengan mengikuti ketentuan-ketentuan tertentu, baik dari segi pengetahuan tentang alam, maupun dari segi kepercayaan apakah hutan yang akan digarap itu akan mendatangkan kebahagiaan atau kecelakaan;
3. Upacara pembukaan hutan dan penggarapan selanjutnya seperti tebang, bakar dan pembersihan;
4. Penanaman padi dengan sistem "manugal" yaitu menggunakan tongkat kayu untuk membuat lubang di tanah yang kemudian diisi dengan benih padi;
5. Pekerjaan-pekerjaan berat dalam berladang seperti pembukaan awal dan penugalan biasanya dilakukan secara gotong-royong oleh seluruh penduduk; pekerjaan ini dilakukan secara bergiliran di tiap-tiap ladang. Dengan demikian kebutuhan akan tenaga kerja dapat diatasi bersama;
6. Kerja menuai dalam sistem perladangan Suku Dayak pun dilakukan secara gotong royong;
7. Peristiwa menugal dan menuai dianggap sebagai peristiwa kegembiraan, dan sebab itu hampir selalu dibarengi dengan nyanyian dan tari-tarian.

Walaupun ada di antara suku-suku Dayak ini yang telah menggunakan sistem persawahan dengan irigasi dan pemakaian bajak yang ditarik kerbau, seperti di kalangan suku-suku Lun Daye di Karayam - Kaltim dan suku Kalabit, namun pada umumnya semua Suku Dayak terbiasa dengan sistem perladangan.

Sistem perladangan di kalangan masyarakat suku Dayak ini sudah memperhitunkan sirkulasi rotasi tanaman, dengan menanam kembali lahan bekas berladang dengan tanaman-tanaman keras seperti kopi, karet dan pohon buah-buahan. Juga dengan membiarkan bekas lahan itu menjadi hutan belukar kembali sehingga memperoleh kembali kesuburan dalam kadar yang cukup, kemudian setelah masa daur 4-6 tahun baru lahan tersebut digarap kembali. Oleh sebab itu, perladangan (berpindah) tidak bisa dikambinghitamkan sebagai penyebab kerusakan hutan atau lingkungan hidup.

Wisata Alam di Kalimantan Tengah

wisata alam kalimantan tengahProvinsi Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 153.564 kilometer persegi, memiliki potensi sumber daya alam untuk sektor pariwisata sangat melimpah ruah. Sebab, dari seluruh wilayah tersebut terdapat 126.200 kilometer persegi atau sekitar 82,1 persen merupakan rawa seluas 18.115 kilometer persegi atau 11,8 persen, untuk sungai, danau dan genangan seluas 4.563 kilometer persegi atau 3 persen dan tanah lainnya seluas 4.868 kilometer persegi atau 3.1 persen.

Dengan begitu luasnya hutan belantara, maka potensi wisata alam di Kalimantan Tengah sangat besar sekali. Apalagi Provinsi Kalteng yang terdiri dari 13 Kabupaten dan satu kota ini dilengkapi dengan keberadaan 11 sungai besar yang panjangnya antara 175 kilometer hingga mencapai 900 kilometer. Hampir semua kabupaten memiliki potensi wisata alam yang terdiri hutan, rawa, sungai, pantai dan sebagainya.

Objek Wisata di Kalimantan Tengah - KaltengDi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terdapat Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), kemudian daerah dengan Motto "Marunting Batu Aji" ini juga memiliki pantai yang cukup indah yang panjangnya lebih dari 200 kilometer. Kemudian Taman Nasional Sabangau di Kabupaten Pulang Pisau.

Di Kota Palangka Raya terdapat obyek wisata alam susur sungai Kahayan, Bukit Tangkiling, Danau Tahai dan Arboretum. Di Kabupaten Gunung Mas terdapat objek wisata alam air tejun Batu Mahasur di Kuala Kurun, Batu Suli di tepian sungai Kahayan. Di Kabupaten Kotawaringin Timur terdapat Pantai Ujung Pandaran, Riam Sandung, Pulau Lepeh serta susur Sungai Mentaya.

Di Kabupaten Murung Raya terdapat objek wisata Gunung Kolompai, Gunung Konut, Gunung Danau Usung, Gunung Bondang, serta Gunung Tunjuk. Selanjutnya juga ada arung jeram, Air Tejun Sampulan, Air Terjun Bumbun.

Di Kabupaten Barito Selatan terdapat obyek wisata alam Liang Ayah yang tedapat di dalam sebuah gua, di Barito Timur terdapat Liang Saragih juga dalam sebuah Goa. Sedangkan wisata alam di Barito Utara terdapat sebuah cagar alam berupa hutan lindung, di Kabupaten Lamandau banyak terdapat wisata alam berupa batu-batu riam di tengah sungai sehingga daerah ini sangat menarik untuk dijadikan tempat kegiatan Arung Jeram terutama di Riam Keladu.

Berbagai objek wisata alam di Kalteng ini, potensinya memang sangat banyak dan sangat menarik, tidak jarang objek wisata ini sangat menarik minat wisatawan mancanegara (turis asing). Meski demikian, berbagai potensi wisata alam tersebut belum semuanya tergarap secara maksimal karena keterbatasan dana dari Pemerintah setempat.

Merasa Asing dengan Budaya Sendiri

budaya tradisional lama dayakDahulu kala manusia tinggal di goa-goa dan membuat tempat tinggal di puncak-puncak pepohonan sampai manusia dapat membangun rumah gedung bahkan bertingkat-tingkat. Bentuk rumah adat yang dibuat nenek moyang bangsa Indonesia beraneka ragam menunjukkan kekayaan budaya dan identitas bangsa Indonesia.

Merasa Asing dengan Budaya SendiriAkibat dari arus globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk pengetahuan tentang rumah dan bangunannya, maka kini bentuk khas bangunan rumah Betang masih dapat kita jumpai di sejumlah daerah provinsi Kalimantan Tengah yang tersebar di berbagai Kabupaten dan Kota.

Saat ini kebanyakan masyarakat mulai merasa asing dengan budaya sendiri. Generasi muda saat ini cenderung mulai bahkan malah justru tidak mengerti budaya, adat dan tata cara sukunya sendiri. Perilaku masyarakat pun telah berubah dari kehidupan yang dahulunya bersifat sosial kemasyarakatan menjadi lebih individualistis.

Konon kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan transformasi kebudayaan asing telah mengubah wajah Kalteng sekarang. Bangunan gedung bertingkat dan permanen banyak menghiasi wajah Kalimantan Tengah. Memang perubahan tidak dapat dihindari oleh siapapun dan di mana pun, tapi tak selamanya perubahan membawa kebaikan, bahkan perubahan itu sendiri masih dapat berubah bergantung pada situasi, kondisi dan budaya masyarakatnya.

Rumah adat

Rumah adat merupakan suatu contoh kreatifitas rakyat Indonesia dengan banyaknya budaya bangsa Indonesia banyak pula macam rumah adat.Manun walaupun berbeda tapi ttetap satu .itulah moto Indonesia

MERDEKA......MERDEKA......

1.Provinsi DI Aceh.
Rumah Adat Aceh berbentuk panggung. Mempunyai 3 serambi yaitu Seuramue Keu (serambi depan), Rumah Inong (serambi tengah), dan Seurarnoe Likot (serambi belakang). Selain itu ada rumah berupa lumbung padi yang dinamakan Krong Pade atau Berandang.

2.Provinsi Sumatra Utara
Rumah adat Sumatra Utara Jahu ba1on, sebuah rumah pertemuan keluarga besar. Berbentuk pangung dan ruang atas untuk tempat tinggal. Pada ruang ini tak ada kamar-kamar dan biasanya 8 keluarga tinggal bersama-sama. Tempat tidur lebih tinggi dari dapur.

3.provinsi Sumatra Barat
Rumah adat untuk tempat tinggal di Sumatra Barat adalah Rumah Gadang. Rumah tersebut dapat dikenali dari tonjalan atapnya yang mencuat ke atas yang bermakna menjurus kepada Yang Maha Esa. Tonjolan itu di namakan gojong yang banyaknya 4-7 buah.



4.Provinsi Riau
Rumah adat di daerah Riau bernama Selaso Jatuh Kembar. Ruangan rumah ini terdiri dari ruangan besar untuk tempat tidur. ruangan bersila, anjungan dan dapur. Rumah adat ini dilengkapi pula dengan Balai Adat yang dipergunakan untuk pertemuan dan musyawarah adat.

5.Provinsi Jambi
Rumah adat Jambi dinamakan Rumah Panggung dengan model kajang lako, merupakan rumah tinggai yang terbagi dalam 8 ruangan. Ruang Jogan, Serambi depan. Serambi dalam. kamar Amben melintang. Serambi belakang, ruang Laren. ruang Garang. ruang Tengganai.



6.Provinsi Sumatra Selatan.
Rumah adat Sumatra Selatan bernama Rumah Limas. Merupakan rumah panggung berjenjang lima dengan bermakna Lima Emas. yaitu keagungan, rukun dan damai, sopan santun, aman dan subur, sertamakmur dan sejahtera.

7.Provinsi Lampung
Rumah adat di Lampung ialah Rumah Sesat, yang digunakan untuk musyawarah tertinggi antara marga-marga. Jambal Agung atau Lorong Agung adalah nama tangga menuju Rumah Sesat.

8.Provinsi Bengkulu
Nama rumah adat daerah Bengkulu adalah Rumah Rakyat, terdiri 3 kamar yaitu : kamar orang tua, kamar gadis, dan kamar bujang. Kolong bawahnya untuk menyimpan kayu dapur dan barang lainnya.

9.Provinsi DKl. lakarta

Rumah tradisional khas Jakarta dinamakan Rumuh Kebaya. Atapnya berbcntuk. Joglo. Pembagian ruangannya, serambi depan disebut Paseban. Dindingnya tcrbuat dari panil-panil yang dapat dibuka-huka dan digeser-geser ketepi. Hal ini dimaksudkan untuk ruangan yang lebiih luas. Bila suatu waktu di adakan acara selamatan atau hajatan.

10.Provinsi Jawa Barat
Keroton Kasepuhan Cirebon merupakan model rumah adat Jawa Barat. Keraton ini terdiri 4 ruangan. Jinem atau pendopo, Pringgodani, ruang Probayasa, dan ruang Panembahan.

11.Provinsi Jawa Tengah
Padepokan Jawa Tengah merupakan sebuah bangunan induk istana Mangkunegaran di Surakarta. Rumah penduduk dan keraton di Jawa Tengah umumnya terdiri atas 3 ruangan. Pendopo. Pringgitan, dan Dalem.

13.Provinsi DI Yogyakarta
Bangsal Kencono Kraton Yogyakarta merupakan sebuah bangunan Pendopo model rumah adat daerah Yogyakarta. Di depan Bangsal Kencono terdapat dua patung batu Gupolo yang memegang gada (sejenis alat pemukul ).

14.Provinsi Jawa Timur
Model rumah adat Jawa Timur Rumah Situbondo yang mendapat pengaruh dari rumah Madura. Rumah itu tidak meniliki pintu belakang dan tanpa kamar-kamar pula. Serambi depan tempat menerima tamu laki-laki dan tamu perempuan diterima di serambi belakang. Mereka masuk dari samping rumah.

15.Provinsi Bali.
Gapura Candi merupakan pintu masuk rumah adat di Bali. Balai Bengang adalah tempat istirahat, dan Balai Wantikan adalah tempat adu ayam atau pagelalaran kesenian. Kori Agung adalah pinto masuk pada waktu upacara besar dan Kori Babetelan merupakan pintu masuk untuk keperluan keluarga.

16.Provinsi Nusa Tenggara Barat
Istona Sultan Sumbawa merupakan model rumah adat daerah Nusa Tenggara Barat. Bangunan tersebut berlantai tiga, lerhuat dari kayu jati dan beratap strap. Lantai bawah tempat pengawalan. Lantai kedua, tempat kediaman sultan dan permaesuri. Sedangkan disediakan untuk para putri dan keluarga lainnya.

17.Provinsi Kalimantan Timur
Rumah adat daerah Nusa Tenggara Timur adalah Rumah Musalak. Rumah itu berbentuk panggung dan di bawahnya terdapat balai panjang tempat menerima tamu. Tiang-tiangnya berdiri pada landasan batu besar, sehingga tidak perlu di tanam dalam tanah.

18.Propinsi Kalimantan Barat
Model rumah adat kalimantan Barat yang berbentuk panggung. Bagian kolongnya tidak di pergunakan, karena tanahnya berawa-rawa. Pada kiri kanan rumah terdapat kamar-kamar dan di tengahnya merupakan ruang upacara dan pertemuan. Bangunan tersebut terbuat dari kayau dan atapnya dari sirap.

19.Provinsi Kalimantan Tengah
Rumah adat kalimantan Tengah dinamakan Rumah Betang. Rumah itu panjang, bawahkolongnya di gunakan untuk bertenun dan menumbuk padi. Satu bangunan rumah di huni oleh kurang lebih 20 kepala keluarga.

20.provinsi Kalimantan Selatan
Rumah adat Kalimantan Selatan disebut Rumah Bubungan Tinggi. Bagian depan rumah berfungsi sebagai teras yang dinamakan Pelatar: Rumah ini merupakan rumah panggung dan dibawahnya untuk menyimpan padi dan sebagainya.

21.Provinsi Kalimanta Timur
Rumah Lamin adalah rumah adat suku Dayak Kenyah. Rumah Itu berbentuk panggung setinggi 3 meter dan dihuni oleh 25 – 30 kepala keluarga. Halaman rumah dihiasi oleh patung-patung Blontang, menggambarkan dewa-dewa sebagai penjaga rumah atau kampung.

22.Provinsi Sulawesi Utara
Rumah adat Sulawesi Utara ialah Rumah Pewaris, Rumah ini mempunyei ruang tamu, ruang keluarga dan kamar-kamar. Di kanan-kiri rumah terdapat tangga, tangga sebelah kanan untuk memasuki rumah. sedang untuk keluar rumah menuruni tangga yang sebelah kiri.

23.Provinsi Sulawesi Tengah
Rumah adat Sulawesi Tengah adalah Rumah Tambi. Rumah tersebut berbentuk panggung dan atapnya sekaligus berfungsi sebagai dinding Tangga untuk naik terbuat dan batang kayu bulat dan atap rumah terbuatdari daun rumbia atau bambu di belah dua.

24.Provinsi Sulawesi Tenggara
Rumah adat Sulawesi Tenggara disebut juga Malige. Bangunan tersebut berbentuk panggung terdiri dari tiga lantai. Pada kiri kanan lantai dua da ruang tempat penenun kain yang di sebut bate

25.Provinsi Sulawesi Selatan
Rumah adat orang Toraja di Sulawesi Selatan adalah Tongkonan. Kolong rumah itu berupa kandang kerbau belang atau Tedong Bonga. Dii depan rumah tersusun tanduk-tanduk kerbau, sebagai lambang pemiliknya telah berulang kali mengadakan upacara kematian secara besar-besaran. Tongkonan tcrdiri 3 ruangan. ruang tamu, ruang makan, dan ruang belakang.

26.Provinsi Maluku
Rumah adat Maluku dinamakan Bailo, dipakai untuk pertemuan, musyawarah dan upacara yang di sebut seniri negeri. Rumah tersebut merupakan panggung. Atapnya besar dan tinggi terbuat dari daun rumbia, sedang dindingnya dari tangkai rumbia, yang di sebut gaba-gaba

27.Provinsi Papua
Rumah adat daerah Papua, suku Dani adalah Honai, Rumah tersebut terdiri dari dua lantai terdiri dua lantai, lantai pertama sebagai tempaat tidur dan lantai dua untuk tempat bersantai, dan tempat makan. Hunai berbentuk jamur dengan ketinggian sekitar 4 meter.