Pages - Menu

Minggu, Desember 20, 2009

Manusia Peramu dan Dayak

Dayak Pos telah menyinggung sedikit tentang istilah “manusia peramu” yang masih tampak pada sebagian besar masyarakat Dayak. Untuk melanjutkan hal tersebut maka pada tulisan kali ini kami akan menjelaskan dua ciri-ciri pokok apa yang dimaksud sebagai manusia peramu tersebut.


Secara garis besar sebenarnya ada dua ciri pokok manusia peramu, yaitu ketergantungan yang kuat pada alam dan tidak berencana ke masa depan. Di antara dua ciri itu perubahan yang mulai terjadi, justru sebagian menuju ke ciri-ciri manusia kuli. Manusia yang biasa bekerja apabila ada “boss” yang selalu siap memberikan komando, memberi upah sekaligus mengayomi dan mengambilalih tanggung jawab. Perubahan sikap mental yang salah arah tersebut tentu saja menghambat proses transformasi budaya.

Pendidikan (sekolah) yang sejak lebih kurang empat dasawarsa lalu dipandang sebagai kunci untuk transformasi budaya Dayak. Ternyata dewasa ini terasa semakin tumpul. Hal ini dapat kita pahami mengingat dalam kurikulum sekolah saat ini, porsi nasionalisme sangat besar, sementara unsur-unsur budaya local termasuk budaya Dayak mulai terabaikan. Sang guru lebih menekankan materi pengajaran “budaya nasional” ketimbang menumbuhkembangkan budaya Dayak kepada murid-muridnya.

0 komentar: